Perkembangan teknologi di dunia semakin gila dan seolah sulit untuk dibendung. Memang seiring majunya peradaban manusia, teknologi juga mengikuti dan ini adalah hukum yang mutlak. Tidak dapat dipungkiri.

Teknologi yang semakin maju membuat manusia semakin mudah mengerjakan berbagai pekerjaannya. Contoh kecilnya saja adalah ponsel pintar (smartphone). Dengan satu perangkat kita bisa melakukan banyak hal. Pekerjaan, hiburan, interaksi, dll. sudah menjadi paket komplit pada sebuah smartphone.

Atau contoh lain yaitu perkembangan perangkat dan komponen komputer. Ya, komponen komputer, dewasa ini semakin mumpuni. Mampu digunakan untuk mengerjakan banyak hal. Pekerjaan berat dan ringan, sulit dan mudah, mampu dilibas dengan komputer dengan cepat.

Tidak heran, jika perkembangan peradaban manusia berbanding lurus dengan perkembangan teknologi. Jika kemudian ada pertanyaan, “lebih dahulu mana? perkembangan teknologi atau peradaban manusia?” mungkin jawabannya seperti pertanyaan “ayam atau telur duluan”.

Sebenarnya dalam perkembangan teknologi ada satu hal lagi yang sangat menarik untuk disoroti. Mungkin tidak banyak orang yang sadar atau tertarik dengan teknologi ini, padahal banyak sekali perusahaan teknologi yang tengah berlomba untuk mengembangkannya.

Adalah kecerdasan buatan atau artificial intelligence yang kini tengah menjadi primadona di kalangan penggila teknologi. Kecerdasan buatan sejatinya adalah perangkat lunak komputer yang dibuat untuk melayani kebutuhan manusia. Bahkan lebih jauh, kecerdasan buatan bisa berperilaku seperti manusia yang dapat berinteraksi.

Anda pasti tahu film Terminantor bukan? Aktor laga kawakan, Arnold Schwarzenneger berperan melawan perangkat lunak bernama Skynet yang ingin menghancurkan manusia. Dalam film ini sebenarnya software Skynet dibuat untuk melindungi bumi dari kehancuran. Sayangnya, Skynet malah menilai manusia adalah salah satu faktor yang membuat bumi hancur sehingga perangkat lunak ini melakukan berbagai cara untuk memusnahkan manusia.

Atau kalian pasti pernah menonton film Iron Man. Dalam film itu Tony Stark memiliki asisten virtual bernama Jarvis yang menjadi “pelayannya” sehari-hari. Jarvis dapat berinteraksi dengan Tony dan menyediakan apapun yang ia butuhkan dengan cepat dan mudah.

Skynet dan Jarvis adalah dua contoh kecerdasan buatan dalam cerita fiksi. Namun jika kalian berpikir artificial intelligence atau kecerdasan buatan hanya ada dalam cerita fiksi, kalian salah besar.

Perkembangan teknologi cerdas ini ternyata jauh lebih cepat dari yang dibayangkan. Kecerdasan buatan yang tergolong sederhana dapat dengan mudah kita jumpai sehari-hari. Jika kalian adalah pengguna iPhone, aplikasi Siri adalah salah satu contohnya. Atau jika kalian menggunakan Microsoft, perangkat lunak Cortana adalah bentuk dari pengembangan kecerdasan buatan tersebut.

MASA KINI 

Secara garis besar bidang-bidang kecerdasan buatan meliputi:

–          Formal tasks (matematika, games)

–          Mundane task (perception, robotics, natural language, common sense, reasoning)

–          Expert tasks (financial analysis, medical diagnostics, engineering, scientific analysis, dll)

  1. Game Playing

Game Playing (permainan game) merupakan bidang AI yang sangat populer berupa permainan antara manusia melawan mesin yang mempunyai intelektual untuk berpikir. Bermain dengan komputer memang menarik, bahkan sampai melupakan tugas utama yang lebih penting. Komputer dapat bereaksi dan menjawab tindakan-tindakan yang diberikan oleh lawan mainnya.

  1. General Problem Solving

Bidang AI ini berhuungan dengan pemecahan masalah terhadap suatu situasi yang akan diselesaikan oleh komputer. Permasalahan yang diungkapkan dalam suatu cara yang sedemikian rupa sehingga komputer dapat mengertinya.semua deskripsi-deskripsi yang diinginkan juga diberikan kepada komputer. Biasanya permasalahaan tersebut dapat diselesaikan secara trial and error sampai solusi yang diinginkan didapatkan.

Suatu program paket yang cukup populer di kompuer mikro untuk pemecahan masalah secara trial and error adalah EUREKA yang ditulis oleh Borland.

  1. Natural Language Recognition

Studi mengenai AI mencoba supaya komputer dapat mengerti bahasa alamiah yang diketikkan lewat keyboard. Bahasa alamiah (natural language) adalah bahasa sehari-hari yang dipergunakan oleh orang untuk berkomunikasi. Komputer yang dapat menerjemahkan satu bahasa ke bahasa lainnya merupakan contoh penerapan AI di bidang ini. Biasanya komputer yang khusus untuk AI dan dapat digunakan pada bidang ini diantaranya adalah IPL (Information Processing language), LISP, INTERLISP, SAIL, PLANNER, KRL dan PROLOG.

  1. Speech Recognition

Bidang ini juga masih dikembangkan dan terus dilakukan penelitiannya. Kalau bidang ini berhasil dengan baik dan sempurna, alangkah hebatnya komputer. Kita dapat berkomunikasi dengan komputer hanya dengan bicara, kita bisa mengetik sebuah buku hanya dengan bicara, dan selanjutnya komputer yang akan menampilkan tulisan hasil pembicaraan kita. Akan tetapi bidang ini masih belum sempurna seperti yang diharapkan. Hal ini dikarenakan jenis suara manusia berbeda-beda.

Suatu alat recognizer dapat ditambahkan pada komputer mikro sehingga dapat digunakan untuk speech recognition, diantaranya yaitu:

–          Voice Recognition Module (VRM) buatan Interstate Electronic.

–          Voice Data Entry System (VDEC) buatan Interstate Electronic.

–          SpeechLab buatan Heuristics Inc.

–          Voice Entry Terminal (VET) buatan Scott Instruments.

–          Cognivox buatan Voicetek.

  1. Visual Recognition

Bidang ini merupakan kemampuan suatu komputer yang dapat menangkap signal elektronik dari suatu kamera dan dapat memahami apa yang dilihat tersebut. Penerapan AI ini misalnya pada komputer yang dipasang di peluru kendali, sehingga peluru kendali dapat diprogram untuk selalu mengejar sasarannya yang tampak di kamera.

Pada era globalisasi saat ini, bidang Visual Recognition dapat kita jumpai pada komputer-komputer laptop terbaru. Mula-mula komputer dipasang alat untuk mendeteksi sidik jari (fingerprints password). Sekarang ini sudah banyak digunakan face detector, sehingga untuk mengakses sebuah laptop yang sudah dipasangi password dari gambar wajah orang pemiliknya, maka orang lain dengan wajah yang berbeda tidak akan dapat membuka laptop tersebut. Misalkan pada laptop LENOVO 3000 Y410 keluaran IBM.

  1. Robotics

Robot berasal dari kata Robota, dari bahasa Chekoslavia yang berarti tenaga kerja. kata ini digunakan oleh dramawan Karel Capek pada tahun 1920 pada sandiwara fiksinya, yaitu R.U.R (Rossum’s Universal Robots).

Robot adalah suatu mesin yang dapat diarahkan untuk mengerjakan bermacam-macam tugas tanpa campur tangan lagi dari manusia. Secara ideal robot diharapkan dapat melihat, mendengar, menganalisa lingkungannya dan dapat melakukan tindakan-tindakan yang terprogram. Dewasa ini robot digunakan untuk maksud-maksud tertentu dan yang paling banyak adalah untuk keperluan industri. Diterapkannya robot untuk industri terutama untuk pekerjaan 3D yaitu Dirty, Dangerous, atau difficult(kotor, berahaya dan pekerjaan yang sulit).

Sistem sensor, seperti sistem vision, sistem tactile, dan sistem pemrosesan sinyal jika dikombinasikan dengan AI, dapat dikategorikan kedalam suatu sistem yang luas yang disebut sistem robotik.

  1. Expert System (Sistem Pakar)

Kemampuan, keahlian dan pengetahuan tiap orang berbeda-beda. Komputer dapat diprogram untuk berbuat seperti orang yang ahli dalam bidang tertentu. Komputer yang demikian dapat dijadikan seperti konsultan atau tenaga ahli di bidang tertentu yang dapat menjawab pertanyaan dan memberikan nasehat-nasehat yang dibutuhkan. Sistem demikian disebut Expert System (Sistem Pakar).

Komponen Sistem pakar terbagi menjadi empat bagian, yaitu:

a. Knowledge base ( basis pengetahuan)

Knowledge Base merupakan inti dari program sistem pakar karena basis pengetahuan itu merupakan presentasi pengetahuan atau knowledge representation basis pengetahuan adalah sebuah basis data yang menyimpan aturan-aturan tentang suatu domain knowledge/pengetahuan tertentu. Basis pengetahuan ini terdiri dari kumpulan objek beserta aturan dan atributnya (sifat atau cirinya). Contoh : If hewan merupakan sayap dan bertelur then hewan jenis burung.

b. Working Memory (basis data atau memori kerja)

Working memory adalah bagian yang mengandung semua fakta-fakta baik fakta awal pada saat sistem beroperasi maupun fakta-fakta pada saat pengambilan kesimpulan sedang dilaksanakan selama sistem pakar beroperasi basis data berada di adalam memori kerja.

c. Inference Engine (mesin inferensia)

Inference Engine adalah bagian yang menyediakan mekanisme fungsi berfikir dan pola-pola penalaran sistem yang digunakan oleh seorang pakar.

d. User interface

Antarmuka pemakai adalah bagian penghubung antara program sistem pakar dengan pemakai. Pada bagian memungkinkan pengguna untuk memasukkan instruksi dan informasi ke dalam sistem pakar serta menerima penjelasan dan kesimpulan.

MASA DEPAN

Perkembangan AI di masa depan diperkirakan adalah Penggunaan Robot untuk berbagai pekerjaan manusia. Baik itu rendah atau tingginya nilai robot di masyarakat, Robot dinilai mampu mengurangi tingkat kesalahan dalam melakukan pekerjaan dibanding manusia. AI terus menerus dikembangkan hingga mendapat tujuan akhir seperti berikut :

  • Problem Solver, AI dikembangkan untuk memecahkan masalah secara tuntas.
  • Knowledge Representator, mampu mengolah, menggunakan, atau  merepresentasikan pengetahuan dan wawasan yang dimiliki.
  • Planning and Scheduling, AI harus mampu mengatur perencanaan untuk tujuan dapat tercapai.
  • Learning,  AI harus mampu menyerap dengan otomatis pengetahuan dengan pengalaman yang dilalui.
  • Natural Language Processing, AI mampu memahami bahasa yang digunakan oleh manusia.
  • Motion and Manipulation, AI yang mendekati mendekati bidang robotik dalam pergerakan dan manipulasi objek.
  • Perception, menganalisis masukkan dan menciptakan persepsi terhadap pemrosesan masukkan.
  • Social Intelligence, mampu berinteraksi sosial dengan manusia dengan melibatkan emosi/perasaan.
  • General Intelligence, AI yang mampu menggabungkan berbagai kemampuan diatas menjadi satu kesatuan.

Perkembangan AI di masa depan ditargetkan untuk mencapai General Intelligence dimana AI-lah yang membantu pekerjaan manusia dalam berbagai bidang. Berbagai teknologi untuk menunjang General Intelligence diantaranya seperti Speech Recognition untuk pemrosesan suara atau algoritma lainnya yang diperlukan.

Untuk mencapainya, manusia kini menciptakan berbagai robot yang menggabungkan berbagai kemampuan AI seperti robot ASIMO yang diciptakan Honda. Dilain hal ada juga robot yang dinamakan Actroid. Meski keduanya masih dalam tahap perkembangan, diharapkan perkembangan AI dapat bermanfaat bagi manusia sekarang dan masa depan.

Jangka Waktu Pengerjaan Proyek

Project ini dalam rangka memenuhi tugas mata kuliah Rekayasa Perangkat Lunak yang dimulai pada tanggal 22 Februari sampai 22 Mei 2017.

Anggaran Proyek

Perusahaan telah mengalokasikan dana untuk proyek ini. Sebagian besar biaya untuk proyek ini baik tenaga kerja internal dan semua kebutuhan pada pembuatan software akan ditanggung perusahaan.

Tujuan Proyek

Sistem perpustakaan berbasis web ini untuk mempermudah proses sirkulasi dan proses penelusuran dapat dilakukan secara cepat, tepat, akurat dan menekan kesalahan sekecil mungkin. Sistem mampu memberikan pelayanan yang lebih baik yang akhirnya dapat memuaskan para anggota dan petugas perpustakaan. Menyelesaikan software versi pertama dilakukan selama dua bulan dan versi keseluruhan dilakukan selama satu bulan.

Kriteria Kesuksesan Proyek

Perangkat lunak harus memenuhi semua kriteria yang sudah tertulis, perangkat lunak ini akan benar benar diuji, dan akan selesai dengan tepat waktu. CEO akan secara resmi menyetujui proyek tersebut

Pendekatan pada proyek ini :

  1. Menyewa pengganti teknis untuk Yuda Wijaya Prawira dan para asistennya dengan paruh waktu sesegera mungkin.
  2. Mengembangkan struktur yang jelas untuk rincian kerja, pernyataan ruang lingkup, dan grafik gantt untuk merincikan pekerjaan yang diperlukan untuk menyelesaikan Sistem perpustakaan berbasis web.
  3. Mengadakan pertemuan mingguan dengan tim proyek inti dan sponsor untuk memantau kemajuan dari proyek.
  4. Melakukan pengujian pada software sesuai dengan rencana tes yang telah disetujui.

Peran dan Tanggung Jawab

Beberapa orang yang terlibat dalam proyek ini memiliki masing-masing peran dan tanggung jawab. Rosa Ariani Sukamto , M.T pada proyek ini memiliki peran sebagai pihak sponsor sekaligus CEO. Sedangkan Project Manager dipegang oleh Yuda Wijaya Prawira.

Selain kedua orang tersebut, proyek ini melibatkan beberapa orang lainnya yang tergabung dalam Team Member. Diantaranya adalah Fikry Alfarisi Muslim sebagai Testing Expert, Farhan Fakhrurrazi sebagai Analis Expert, Fauziah Anwar sebagai Designer dan Bisma Wahyu Anaafie, Fiko Gunawan, Runi Dwi Hapsari, Secilia Selviana Agustine, serta Rahman Abdul Razak sebagai Programmer.

Mungkin hanya itu saja yang bisa saya sampaikan pada tugas kali ini, untuk perkembangan proyek ini akan selalu saya perbarui pada blog ini.

Terima Kasih…

Hello world!

In: Uncategorized

23 Feb 2017

Welcome to Blog Civitas UPI. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!

About this blog

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in quam. Etiam augue pede, molestie eget, rhoncus at, convallis ut, eros. Aliquam pharetra.

Photostream

Categories

Archives

Recent Comments

Categories